Rabu, 11 Oktober 2017

Pergi!

Langit di hari itu, saat berwarna kemerahan. Hey, apa kau ingat saat itu? Kita bersumpah janji dan angin menyaksikannya. Lalu kita berpelukan.

Dibalik senyuman manismu, tersembunyi bayangan dirimu yang sebenarnya. Aku berpura-pura tak peduli dan memilih untuk terus melanjutkannya.
Sambil ku menunggu kabar dikirim ke layar ponsel ku. Di malam yang hampa dan pagi yang tak kunjung datang. Sejak awal aku tahu semuanya…

Saat kau melihat langit merah dihari itu, apa kau mengingatnya? Janji yang kita buat, menghilang tertimpa rintik air di awal musim hujan. Dan kita tau, kita tak akan kembali.

Ruang ini kehilangan setengah suara, warna dan kehangatan. Hari itu pun kacau, aku lelah dan tertidur.
“Aku menipumu dengan mudahnya, kan? Aku benci kebohongan meskipun sudah ku lakukan.” Itu yang kau katakan. Jika tetap begini, kesakitan ini akan sangat melukai kita, itulah kenapa, kita ucapkan selamat tinggal.

Sambil melambaikan tangan kita berkata suatu hari kita akan bertemu lagi. Tapi kita tak akan bertemu lagi, benar kan? Kebohongan terakhirmu adalah suatu kebaikan, jangan lupakan itu.

Langit di hari itu saat berwarna kemerahan. Hey, suatu hari kau akan mengingatnya! Janji yang kita buat namun tidak kita penuhi. Dan kita pun mulai melangkah, pergi! 

Senin, 15 Mei 2017

Jangan Cemas!

Bukan berarti saya tidak cinta kamu. Mungkin kamu tidak tau bahwa saya butuh waktu untuk membiasakan diri. Maaf saya terlalu terbiasa dengan dunia saya, mungkin kadang saya lupa bahwa ada kamu yang menanti saya.

Bukan berarti saya tidak serius. Saya hanya tidak begitu mengerti wanita, kadang saya tidak tau harus berbuat apa untuk mengembalikan senyum kamu. Yang saya lakukan hanya mengulangi hal-hal yang tidak kamu suka kemudian diam hingga amarahmu reda dengan sendirinya. Terus begitu. Berulang-ulang.

Bukan berarti saya tidak peduli. Setiap hal tentang dirimu, saya selalu ingin tau. Setiap ceritamu, saya selalu ingin mendengarkan. Setiap melihatmu, saya selalu ingin tersenyum. Tapi tidak bisa saya lakukan setiap saat, karena hidup saya tidak selalu tentang kamu.

Bukan berarti kamu tidak berarti. Singkat saja, jika saya takut kehilangan kamu, bukankah itu udah cukup menjelaskan bahwa kamu berarti untuk saya.

Jadi, jangan cemas!😊