Rabu, 11 Oktober 2017

Pergi!

Langit di hari itu, saat berwarna kemerahan. Hey, apa kau ingat saat itu? Kita bersumpah janji dan angin menyaksikannya. Lalu kita berpelukan.

Dibalik senyuman manismu, tersembunyi bayangan dirimu yang sebenarnya. Aku berpura-pura tak peduli dan memilih untuk terus melanjutkannya.
Sambil ku menunggu kabar dikirim ke layar ponsel ku. Di malam yang hampa dan pagi yang tak kunjung datang. Sejak awal aku tahu semuanya…

Saat kau melihat langit merah dihari itu, apa kau mengingatnya? Janji yang kita buat, menghilang tertimpa rintik air di awal musim hujan. Dan kita tau, kita tak akan kembali.

Ruang ini kehilangan setengah suara, warna dan kehangatan. Hari itu pun kacau, aku lelah dan tertidur.
“Aku menipumu dengan mudahnya, kan? Aku benci kebohongan meskipun sudah ku lakukan.” Itu yang kau katakan. Jika tetap begini, kesakitan ini akan sangat melukai kita, itulah kenapa, kita ucapkan selamat tinggal.

Sambil melambaikan tangan kita berkata suatu hari kita akan bertemu lagi. Tapi kita tak akan bertemu lagi, benar kan? Kebohongan terakhirmu adalah suatu kebaikan, jangan lupakan itu.

Langit di hari itu saat berwarna kemerahan. Hey, suatu hari kau akan mengingatnya! Janji yang kita buat namun tidak kita penuhi. Dan kita pun mulai melangkah, pergi!