Mengingat satu tahun lalu, hari ini, saya menangis sejadi-jadinya karena kepergian seseorang. Saya yang baru tertidur pulas karena pulang larut malam, harus terbangun dengan refleks cepat dan merasa dikejutkan. Bagaimana tidak, karena saat itu saya dibangunkan dengan keadaan ibu dan adik saya sedang histeris seperti sedang terjadi sesuatu yang tidak biasa. Yang setelahnya saya lihat adalah ibu saya sedang menangis, memeluk, berusaha memanggil-manggil ayah saya dengan harapan ayah saya akan terbangun. Meski dalam keadaan baru terbangun dari tidur, tapi saya sadar betul dan sangat memahami kondisi yang saya lihat saat itu. Hanya saja, saya merasa tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi dan bahkan sempat berfikir "apakah ini nyata?". Saya harap saya bermimpi, sayangnya itu bukan. Ya, ayah saya telah pergi meninggalkan saya untuk selamanya. Dan hari itu menjadi hari yang penuh duka untuk saya dan keluarga.
Sekarang, bertepatan hari ini, sudah 1 tahun ayah pergi dan saya ingin memberi sedikit penghormatan melalui tulisan ini, tentu saja karena saya tidak pandai melukis seperti anda. And this is for you, someone I will always be proud of.
Hallo, dad. How are you?
I really hope you rest in peace.
Apa anda tau? begitu banyak kata maaf yang ingin saya sampaikan, begitu banyak rasa bersalah yang saya rasakan, begitu banyak penyesalan yang saya pendam. Too much, so much!
Hujan turun malam ini, saya pikir langit seakan mengerti apa yang sedang saya rasakan. Kenangan tentang hari dimana saya kehilangan anda dan diiringin begitu banyak ingatan saya tentang anda, seperti saya hanyut terbawa ke masa yang lalu. Hari dimana anda pernah menggendong saya yang menangis, sambil berusaha meyakinkan saya untuk mau berfoto, bersama harimau di taman safari, tiba-tiba tergambar jelas diingatan saya bersama ingatan-ingatan lainnya yang masih banyak lagi.
Oh god! i miss you, dad. Saya bingung bagaimana seharusnya perasaan saya di hari-hari seperti hari ini. Bagi saya yang telah kehilangan, saya dapat memberitahu anda dari apa yang saya alami, kenangan anda tentang wajah, pelukan, suara, senyum dan lainnya, tidak pernah pudar.
Kita memang tidak begitu dekat sebagai ayah dan anak pada umumnya, but i'm always proud of you, dad. Saya tau pasti sulit membesarkan anak nakal seperti saya. Tapi terima kasih untuk segalanya, untuk segala hal yang anda ajarkan, untuk segala hal yang anda bagi dan untuk segala hal yang anda luangkan, untuk saya, dan untuk keluarga. Anda seniman terbaik dalam hidup saya.
Anda dipikiran saya hari ini, dan saya sangat merindukan bisa melihat anda lagi.🥀