Selasa, 14 Juni 2016

Dear..

Dear, Kamu yang sempat bertamu.

Apa kabar? Lama kita gak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa atau sekedar tanya kabar pun udah gak pernah. Aku maklumin itu semua. Aku menghargai kehidupan kamu dan kamu? Ah, aku yakin kamu udah gak mikirin. Pasti kamu udah bodo amat kalo aku lenyap dari muka bumi. Bahkan kalo aku diculik ke luar angkasa dan cengtri naik ufo bareng alien pun kamu gak akan peduli.

Kalo kamu baca tulisan ini, mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa aku nulis ini semua? Kalo kamu kira aku pengen mencuri perhatian kamu, itu engga banget. Buat apa. Mending aku mencuri emas batangan buat modal usaha biji kopi di merkurius. Dan kalo kamu kira aku pengen mendramatisir keadaan, itu juga engga. Sama sekali engga. Aku tulis semua ini cuma karena rindu. Apa kamu pernah merasakan juga? Aku harap kamu sempat merindukan aku walaupun cuma semalam. Seengganya kamu ingat bagaimana aku tertawa lalu menangis.

Mungkin iya, cinta kita cuma cinta monyet. Cinta yang terus tumbuh hanya karena saling berbalas pesan singkat. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena jantungku berdebar setiap kali mendengar nama kamu. Manis. Aku masih bisa ngerasain walaupun cuma mengingatnya sedikit. Aku masih ingat lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya. Kamu gak tau, seberapa banyak aku tersenyum saat itu.

Aku gak peduli, aku cinta pertama kamu atau bukan. Aku tersimpan di dalam ingatan kamu atau engga. Yang aku tau aku merasakannya. Cukup aku.
Kamu juga bukan pacar pertama atau kedua buat aku. Tapi percayalah. Kamu membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kamu orang pertama yang bikin aku ngerasa berharga. Kamu bikin aku ngerasa bahwa aku harus memperjuangkan kamu layaknya memperjuangkan kemerdekaan tanah air.

Dear, Kamu yang sempat bertamu.

Maaf aku sering bikin kamu muak. Dengan sikap aku yang kekanak-kanakan. Yang sering bertingkah tolol saat kamu lagi serius. Yang tanpa sadar nyimpen foto mantan dan ketawan sama kamu. Yang sering berdrama dengan segala masalah. Kamu selalu ingetin aku. Dan lagi, aku terlambat sadar. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau cuma, cinta itu menyakitkan saat kamu pergi, itu aja. Bodoh? Iya aku bodoh gak ketolongan. Sangat bodoh. Kadang aku cuma bisa ketawa saat mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.

Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku gak pengen nyalahin siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku aja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan emang kadang bikin kita terbang terus jatuh. Meskipun jatuhnya gak parah dan gak bikin aku korengan, tapi terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis kaya gulali, dan ada masanya juga ketika hidup harus sepahit ampas kopi. Mungkin itulah yang orang bilang, kalo lagi jatuh cinta kita gak bisa bedain mana coklat dan mana tai. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Dear,  Kamu yang sempat bertamu.

Aku tadi bilang kalo aku merindukan kamu, tapi setelah aku nulis ini semua aku udah gak rindu lagi. Aku lagi senyum, percayalah. Aku bahagia. Gak perlu aku yang merindukan kamu lagi. Tugas aku udah cukup. Sekarang tugasku pergi lalu menghilang, pake bom asap kaya ninja hatori. Aku cuma berharap aku dan kamu baik baik aja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhir aku adalah suatu saat aku bisa ketemu kamu, dengan senyuman. Gak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan ngenalin seseorang ke kamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalin adalah orang yang bikin aku senyum setelah kamu bikin aku nangis. Dan kamu, ngenalin seseorang yang kamu ajak senyum pas aku lagi nangis.

Dear.. Kamu yang sempat bertamu.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.

Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar