Sabtu, 16 Februari 2019

Aroma

Ketika kopi dan rindu bersekutu, menghalau kantuk dari mataku. Aroma sesak terlarut dalam pekatnya kata demi kata, menemaniku yang melamun dihantam sepi.

Tiba-tiba kenangan muncul bersama aroma kopi dan asap rokok yang mengepul,
Semakin kuhirup, di ingatanku senyummu tersimpul.

Saat hujan bertamu, aroma debu seolah meraba ingatanku, tentang suatu hari, dimana aku pernah begitu deras mencintai seseorang.

Malam punya cerita tentang kita,
Perbincangan paling sunyi,
Gumpalan ampas kopi yang mulai terlihat,
Menyisakan rasa getir pahit ditenggorokan
Aroma hujan yang tersisa,
Juga kelenjar air mataku yang mulai habis terkuras,
Dan menggenang
Karena perpisahan.

Aku menyukai segala hal tentangmu. Namun, aku lebih merindukan saat-saat yang bisa kita nikmati seandainya saja kita bersama.

Entah apa yang ada di otakku setelah mencium aroma yang membuatku teringat segala tentangmu. Hmm..

Hey, apa kabar? Boleh aku rindu?!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar