Duniaku ga selalu tentang kamu.
Dunia kamu juga ga selalu tentangku.
Ada masa dan waktu-waktu tertentu saat kita harus menyibukan diri dan bergelut dengan dunia masing-masing.
Mestinya, yang kita lakukan hanya saling percaya dan mengerti.
Karena bagiku yang terbaik ga akan pernah pergi.
Dia bakal tetap tinggal meski keadaannya sangat sulit.
Aku cuma pengen kamu merasa bahwa semuanya akan baik-baik saja saat bersamaku.
Harusnya pada saat itu aku mengatakan yang seperti itu. Tapi tidak. Egoku pada saat itu masih jauh lebih kuat dan tak memberiku ruang untuk memikirkan kalimat seperti itu. Yang kulakukan malah membiarkanmu mengucap selamat tinggal, yang padahal aku tau betul kamu ingin aku mengucap jangan pergi. Dan kulewatkan begitu saja. Sampai akhirnya, sampai detik ini, kita hanya menjadi dua orang asing yang saling mencari satu sama lain, pada kehilangannya masing-masing.
Aku mengerti, pada perpisahan yang terjadi baik-baik pun, selalu menyisakan hati yang dalam keadaan tidak baik-baik lagi.
Harus berfikir kita tidak sejalan dan kita sulit menyatu, sementara hati ini selalu merindukan waktu-waktu dimana saat kita masih bersama. Kamu fikir itu enak? Padahal kita bisa saja. Memulai kembali berdua, menikmati jatuh cinta berulang kali. Se-simple saling percaya dan mengerti, tapi berat rasanya. Aku tidak begitu yakin dengan apa yang salah? Mungkin keadaan. Mungkin.
Entah lah, aku gugup saat ini. Terlalu banyak ingatanku tentangmu. Sampai tak bisa ku mengucap sepatah katapun. Aku bisa melihatmu dengan jelas, namun seperti ada jarak yang membentang antara kamu dan aku.
Sebenarnya, apa kamu tau bahwa aku ga pernah benar-benar bisa pergi darimu?
Tapi untuk merberitahu itu padamu, aku ga punya keberanian.
Kuharap kamu menyadarinya, bahwa aku ingin
Kuharap dalam diamku bisa kamu lihat walau sekejap
Dan bisa kamu rasa walau sepintas.
Semoga kamu juga tau
Bahwa rasaku tak halu.